Showing posts with label Untuk Pegawai Negeri. Show all posts
Showing posts with label Untuk Pegawai Negeri. Show all posts

Wednesday, April 9, 2014

INFORMASI BEASISWA TERBARU (LPDP)


Ok sahabat, setelah beberapa minggu yang lalu Saya memposting salah satu peluang beasiswa pendidikan dalam program 300doktor Provinsi Jawa Barat, bagi sahabat yang belum memiliki kesempatan untuk mengikuti program tersebut atau bagi beberapa rekan termasuk Saya yang nantinya tidak terjaring dalam program itu jangan patah semangat karena sesungguhnya peluang untuk mendapatkan beasiswa sungguhlah terbuka luas.

Peluang tersebut terbuka sangat lebar melalui beberapa lembaga donor seperti melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP),  Direktorat Dikti pada kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bappenas termasuk Beasiswa dari Presiden Republik Indonesia yang diluncurkan baru-baru ini (2 April 2014). Selain lembaga donor dalam negeri sahabatpun bisa memanfaatkan beberapa lembaga dari luar negeri seperti fullbright (Amerika) AAS (Australia) dan lembaga-lembaga lain. 

Khusus berkenaan dengan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Saya sudah take a look-take a look sob, Berdasarkan informasi yang Saya terima kurang lebih Rp. 500 miliar setiap tahunnya disediakan oleh LPDP dalam rangka menunjang calon mahasiswa yang hendak meneruskan pendidikannya di dalam maupun di luar negeri.dan ternyata tidak seperti pendaftaran di Bappenas yang dibuka secara periodik pendaftaran di LPDP dibuka satu tahun penuh. bagi sahabat yang hendak mendaftar bisa melakukannya sepanjang tahun bahkan saat inipun sahabat bisa segera melakukannya. 

Beasiswa yang dipersiapkan di LPDP dibagi ke dalam dua jenis yaitu pertama beasiswa magister dan doktor serta kedua, beasiswa tesis dan disertasi. beasiswa magister dan doktor adalah beasiswa yang ditujukan bagi calon mahasiswa yang akan meneruskan pendidikan di jenjang S2 dan S3. sementara itu beasiswa tesis/disertasi adalah beasiswa yang diperuntukan bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan pendidikan S2/S3 untuk menyelesaikan tesis atau disertasinya.

Nah, jika sahabat tertarik untuk mendapatkan beasiswa dari LPDP berikut persyaratannya :
Beasiswa magister/doktor :
A. Persyaratan Umum :
  1. Warga negara Indonesia yang ditunjukkan dengan identitas kependudukan yang sah;
  2. Lulusan program studi :
    1. Perguruan Tinggi dalam negeri yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau lulusan Perguruan Tinggi kedinasan yang diakui oleh pemerintah Indonesia.
    2. Perguruan Tinggi diluar negeri yang berkategori baik sesuai daftar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  3. Mempunyai jiwa kepemimpinan yang ditunjukkan dengan pengalaman memimpin sebuah organisasi atau lembaga yang ditunjukkan dengan bukti dokumen yang relevan;
  4. Aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang ditunjukkan dengan bukti dokumen yang relevan;
  5. Menandatangani Surat Pernyataan tidak pernah terlibat tindakan melanggar hukum;
  6. Menandatangani Surat Pernyataan tidak pernah terlibat dalam tindak pelanggaran kode etik akademik;
  7. Menandatangani Surat Pernyataan mengabdi pada kepentingan bangsa Indonesia;
  8. Menandatangani Surat Pernyataan tidak menerima beasiswa dari sumber lain;
  9. Mendapatkan Surat Tugas Belajar dari atasan bagi yang sedang bekerja;
  10. Memiliki Surat Keterangan dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja;
  11. Memilih program studi dan/atau perguruan tinggi yang direkomendasikan oleh LPDP.
  12. Mengupload Essay dengan tema :
    1. Peranku bagi Indonesia
    2. Sukses terbesar dalam hidupku
  13. Rencana Studi untuk program Magister
B. Persyaratan Khusus  :
  1. Telah menyelesaikan dan memperoleh gelar akademik:
    1. Sarjana / Sarjana Terapan untuk pelamar program Magister
    2. Magister untuk pelamar program Doktor
  2. Usia maksimum bagi pelamar beasiswa pada saat penutupan pendaftaran adalah:
    1. 35 (tiga puluh lima) tahun untuk program Magister
    2. 40 (empat puluh) tahun untuk program Doktor
  3. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum adalah:
    1. 3,00, pada skala 4, untuk lulusan Sarjana yang akan studi Magister
    2. 3,25, pada skala 4, untuk lulusan Magister yang akan studi Doktor
  4. Kemampuan penguasaan bahasa asing:
    1. TOEFL ITP minimal 500 untuk studi pada program Magister/Doktor di perguruan tinggi dalam negeri
    2. TOEFL PBT minimal 550 atau yang setara untuk studi pada program Magister/Doktor di perguruan tinggi luar negeri dan/atau telah memiliki Letter of Acceptance (LOA)
    3. Untuk pelamar yang memilih program studi Magister atau Doktor luar negeri yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar akademiknya, dapat menyesuaikan dengan persyaratan kemampuan berbahasa asing yang berlaku di perguruan tinggi tersebut.
  5. Memahami dan menyetujui persyaratan dan ketentuan beasiswa sebagai berikut:
    1. menyelesaikan studi maksimal dalam 2 (dua) tahun untuk program Magister, sesuai masa
      studi yang berlaku;
    2. menyelesaikan studi maksimal dalam 4 (empat) tahun untuk program Doktor, sesuai masa
      studi yang berlaku.
Beasiswa Tesis/Disertasi :
  1. Mahasiswa program magister/doktor yang sudah menyelesaikan seluruh mata kuliah;
  2. Usia maksimum bagi pelamar beasiswa Tesis dan Disertasi pada saat penutupan pendaftaranĂ‚  adalah:
    1. 37 (tiga puluh tujuh) tahun untuk program beasiswa Tesis
    2. 44 (empat puluh empat) tahun untuk program beasiswa Disertasi
  3. Judul penelitian dan bidang kajian yaitu teknik, sains, pertanian, akuntansi dan ekonomi, hukum dan agama; Pelamar harus mengupload dokumen-dokumen dan mengisi formulir pendaftaran sebagai berikut:
  4. Pelamar harus mengupload dokumen-dokumen dan mengisi formulir pendaftaran sebagai berikut:
    1. Transkrip nilai akhir seluruh mata kuliah;
    2. Proposal tesis dan/atau disertasi yang sudah disetujui oleh pembimbing atau promotor;
    3. Surat Keterangan Lulus Seminar Proposal
    4. Surat Pernyataan tidak sedang dan tidak akan menerima bantuan beasiswa tesis dan disertasi dari sumber lain baik dalam negeri maupun luar negeri;
    5. Rencana Anggaran Belanja sesuai dengan satuan biaya yang berlaku.
    6. Essay maksimal 3 halaman (A4) tentang peranan penerima beasiswa dalam upayanya:
      1. meningkatkan daya saing/nilai tambah produk dan/atau jasa nasional, dan/atau;
      2. menyelesaikan permasalahan masyarakat dan bangsa, dan/atau;
      3. memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya
Tata Cara Pendaftaran dilakukan secara online di http://www.beasiswalpdp.org, oke sob selamat mencoba!!! supaya lebih jelas silahkan sahabat kunjungi website di atas, semoga kita dapat bertemu dalam jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 







Thursday, March 27, 2014

Kabar Tes 300 doktor Provinsi Jawa Barat

Alhamdulillah akhirnya selesai sudah pelaksanaan tes beasiswa Program 300 doktor Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 ini, selama 3 hari sudah Saya beserta 100 rekan PNS Provinsi Jawa Barat lainnya berlomba memperebutkan 30 tiket beasiswa yang tersedia. "may the best men elected".

Hasil pelaksanaan tes ini akan diumumkan 1 (satu) minggu setelah pelaksanaan tes terakhir, itu berarti kurang lebih rabu depan sahabat-sahabat yang berhak mendapatkan 30 tiket tersebut sudah dapat diketahui. Bagi Saya sendiri sesungguhnya firasat negatif sudah mulai menghinggapi perasaan, mengingat selama 3 hari pelaksanaan sepertinya Saya lebih banyak gak bisanya ketimbang bisanya, terlebih lagi tes TPA yang dilaksanakan pada hari pertama, pada tes tersebut Saya lebih mirip "sniper" ketimbang akademisi, hehe.

Tapi sudahlah nasi sudah menjadi bubur, tes sudah selesai dan tidak bisa diulang lagi. Berkaca dari pengalaman tes ini ada beberapa hal yang seyogyanya bisa kita persiapkan untuk dapat menyelesaikannya tes dengan memuaskan, beberapa hal tersebut yakni :

pertama persiapan materi atau bahan-bahan tes, persiapan materi ini tentunya tergantung materi dan tehnik tes yang akan kita ikuti. Tes Saya kemarin misalnya materi yang akan di uji adalah TPA, Toefl dan Psikotes. berkaitan dengan materi-materi ini seyogyanya kita bisa mulai mempersiapkan diri dengan mempelajarinya. Caranya bisa berbagai macam bisa dengan mengikuti kursus atau bisa belajar sendiri. keduanya memiliki hambatan dan rintangan yang berbeda jika Anda belajar dengan kursus maka hambatannya adalah anggaran dan waktu, anggaran tentu saja menjadi kendala mengingat biaya untuk mengikuti kursus pastilah tidak kecil apa lagi jika Anda sudah berkeluarga, pasti "pabulat-belit" dengan keperluan keluarga, pun dengan waktu, mengikuti kursus berarti Anda harus menyediakan waktu khusus disela-sela kesibukan Anda. Sementara itu jika Anda belajar otodidak maka hambatannya adalah pemahaman Anda tentang materi akan sangat terbatas mengingat Anda tidak memiliki mentor untuk berbagi materi.

Selain Anda harus mengetahui materi tes Andapun perlu tahu teknis penilaian karena dengan mengetahui teknis penilaian maka Anda akan mempersiapkan diri dengan maksimal. misalkan dalam persoaln tes Saya kemarin teknis penilaiannya adalah kumulatif, jadi ketiga skor tiga materi tersebut dikumulatifkan sehingga semuanya memiliki bobot yang sama. Di sisi lain ada pula teknis skor yang memberikan bobot yang berbeda pada setiap materi, atau ada juga teknis seleksi yang menerapkan sistem gugur beberapa teknis tersebut tentunya akan mempengaruhi cara kita mempersiapkan materi tes. 

kesimpulannya, jika Anda akan melaksanakan sebuah tes maka pahami dulu materi yang akan diujikan dan dalami metode penilaiannya, kemudian setelah itu persiapkan dengan maksimal. Dalam rangka memaksimalkan persiapan Anda bisa mengikuti kursus atau Anda bisa "otodidak", saran Saya jika Anda akan mendalami materi secara otodidak Anda tetap mebutuhkan seorang mentor untuk kita berbagi atau memberi masukan. Nah berkenaan dengan mentor, Anda tidak perlu malu untuk bertanya kepada orang lain bahkan jika orang lain itu adalah adik kita atau orang lain yang lebih muda dari kita. Ya! karena kebanyakan materi TPA dan Toefl berasal dari materi pelajaran dasar maka mentor yang cukup bisa diandalkan adalah adik-adik kita yang saat ini masih bersekolah di SMP dan SMA. 

O iya, sebelum lupa jika teknis penilaian ujian kumulatif maka persiapan harus dilakukan terhadap semua materi yang akan diuji, akan tetapi jika bobot penilaian tidak merata maka Anda harus membagi beriapan sesuai dengan bobot tersebut. Misalkan jika bobotnya seperti ini TPA 30%, Toefl 60% dan psikotes 40% maka Anda harus membagi persiapan sesuai dengan bobot tersebut, jadi! Anda persiapkan waktu 30% bagi TPA, 60% Toefl dan 40% psikotes. Sebenarnya persiapan tersebut akan bisa dioptimalkan jika kita mengikuti kursus persiapan ujian di lembaga-lembaga bimbingan belajar yang ada, tapi memang bagi pegawai seperti Saya dan Anda tentunya itu adalah opsi yang cukup berat. Oleh karena itu bagi sahabat pegawai lainnya  kepandaian membagi waktu untuk persiapan tersebut sangat penting untuk diperhatikan.

Sebagai informasi bagi sahabat beberapa ini link bagi sahabat yang akan mempersiapkan diri dalam tes toefl dan TPA :

kedua persiapan fisik dan mental, berkaca dari pengalaman Saya kemarin Anda semua pastinya faham bahwa pelaksanaan tes apapun baik itu tes beasiswa, tes SNMPTN, atau feed and Proper test dalam jabatan biasanya memiliki batasan waktu yang sangat sempit, jika dirata-ratakan tenggat waktu menyelesaikan pertanyaan tidak lebih dari 1 menit setiap pertanyaan. Untuk dapat menyelesaikan tes secepat itu tentunya membutuhkan kondisi fisik dan mental yang fit, tanpa kedua kondisi tersebut maka soal yang mudahpun akan menghabiskan waktu lebih dari satu menit untuk menyelesaikannya sehingga akhirnya kita kedodoran menyelesaikan semua pertanyaan yang diajukan dalam tes.



Sunday, January 12, 2014

Substansi UU ASN (3) tentang Pangkat, Jabatan, Pengembangan Karier, Pola Karier dan Promosi



Salah satu yang paling menarik dalam substansi UU ASN adalah berkenaan dengan Pangkat dan Jabatan., Pengembangan Karier, Pola Karier dan Promosi. Pembahasan terhadap keempat materi tersebut disusun secara berurutan yakni pasal 68, 69, 70 dan 71 UU Aparatur Sipil Negara.

2.     PANGKAT DAN JABATAN (Pasal 68)

Tuesday, November 12, 2013

Tempat Basah Versus Tempat Berkah



Satu hal lagi yang sering kali menjadi perdebatan di kalangan para pegawai negeri adalah berkenaan dengan istilah tempat basah dan tempat kering. Diakui maupun tidak struktur organisasi dan kebijakan anggaran pemerintah menyebabkan terciptanya dua jenis tempat pada tubuh bangunan pemerintah, yaitu posisi atau instansi yang memiliki sumber daya yang berlimpah dan yang lainnya posisi atau instansi yang minim sumber daya.
Tempat basah yaitu tempat atau posisi dalam organisasi yang memiliki sumber daya berlimpah dengan kewenangan yang luas, anggaran yang memadai dan akses yang besar terhadap berbagai kalangan, sementara tempat kering adalah tempat yang sebaliknya yaitu instansi dengan kewenangan, anggaran dan akses yang terbatas.
Kebanyakan pegawai negeri saat ini begitu mendewa-dewakan posisi basah, mereka mengejarnya dengan berbagai cara dan menikmatinya dengan sepuas hati, “posisi menentukan prestasi” begitu ujar mereka. Hal inilah yang akhirnya membuat kondisi birokrasi begitu timpang. Satu sisi terdapat instansi yang begitu gemuk dengan jumlah pegawai yang berlebih dan di sisi lain terdapat sebagian instansi yang kekurangan jumlah pegawai.
Ibarat semut yang selalu tertarik pada gula, begitupun pegawai negeri mereka cenderung mendekati tempat-tempat yang memiliki daya tarik sumber daya yang berlimpah dan menjauhi tempat-tempat yang memiliki sumber daya yang terbatas. Bahkan ada kesan ketika pegawai negeri ditempatkan pada sebuah instansi yang tidak menarik adalah sebuah langkah “pembuangan”.
Berbagai faktor mungkin menjadi penyebab dari kondisi ini, Mulai dari kebijakan anggaran yang tidak berkeadilan, beban kerja yang timpang sampai pada kebijakan politik pimpinan ditengarai ikut berperan dalam menciptakan kondisi tidak ideal ini. Ya! Saya menyebut kondisi ini adalah kondisi yang tidak ideal, karena idealnya sebagai sebuah organisasi pemerintah dapat menciptakan suatu kondisi berkeadilan pada setiap organ-organnya.
85
 
Ibarat tubuh manusia maka seluruh organ harus mendapatkan suplai darah yang cukup bagi keberlangsungan hidupnya, tangan mendapatkan suplai darah yang sama dengan kaki, begitupun otak dan organ tubuh lainnya. Bayangkan saja jika tangan tidak mendapatkan suplai darah yang cukup maka akan terjadi pembusukan dan akhirnya mati. Pembusukan pada tangan jika tidak segera disembuhkan akan terus menjalar ke seluruh bagian tubuhnya hingga akhirnya menyebabkan kematian pada tubuh manusia.
Begitupun dengan organisasi jika salah satu bagian dalam organisasi tidak mendapatkan suplai sumber daya yang cukup maka keberlangsungan hidup organisasi akan terancam. Oleh karena itu idealnya seluruh instansi pemerintah memiliki sumber daya yang sama sesuai dengan kebutuhan organisasi sehingga tercipta kinerja organisasi yang efektif dan efisien.
Terlepas dari kondisi ideal tersebut faktanya, istilah tempat basah dan kering itu sampai saat ini masih ada bahkan semakin kental terlihat. Misalkan antara propinsi dan kabupaten, propinsi adalah tempat yang relatif basah jika dibandingkan dengan kabupaten, alasannya jelas! Dari kemampuan APBD saja Kabupaten Garut misalkan dengan jumlah APBD 2 triliun lebih, bandingkan dengan Propinsi Jawa Barat yang mencapai angka 22 Triliun lebih.
Mungkin menurut anda wajar karena propinsi beban kerjannya adalah seluruh kabupaten/kota di wilayah propinsi sedangkan kabupaten hanya meliputi wilayah satu kabupaten saja. Akan tetapi hal ini akan terlihat begitu tidak adil jika kita bandingkan dengan jumlah pegawainya.
Kabupaten Garut yang APBD-nya 2 triliun itu harus menanggung beban kepegawaian yang kurang lebih 20.000 pegawai, sedangkan Propinsi Jawa Barat dengan APBD 22 triliun tersebut hanya menanggung pegawai negeri sebanyak 6000 sampai 7000 an. Sehingga jelas besaran belanja pegawai pada kabupaten akan lebih besar ketimbang belanja publiknya, akhirnya tentu saja yang akan dikorbankan adalah kebutuhan publik.
Lebih jelas lagi jika kita bandingkan penghasilan pada setiap pegawainya, misalkan seorang pegawai di salah satu dinas di propinsi dengan golongan IIIb sama dengan seorang pegawai kabupaten Garut dengan golongan IIIb juga, pegawai propinsi menerima tunjangan perbaikan penghasilan sebesar Rp. 2.500.000,- sedangkan tunjangan pegawai kabupaten Garut sebesar Rp. 600..000,-. Melihat kondisi ini maka jelas propinsi Jawa Barat relatif lebih basah dibandingkan dengan Kabupaten Garut, sehingga tidak heran jika saat ini banyak pegawai negeri dari kabupaten yang ingin berpindah ke propinsi.
Apakah kebijakan ini salah?
Wallahualam bissawaf, Biarlah itu menjadi pemikiran para jenius di bidang pemerintahan. Akan tetapi saya ingatkan, jika kita berharap sebuah sistem yang ideal pada sebuah organisasi pemerintahan yang ada di dunia maka niscaya kita tidak akan pernah menemukannya. Kenapa? Karena kita hidup di dalam dunia yang fana, yang diatur oleh aturan manusia dan aturan manusia tidak akan pernah menemui sebuah kesempurnaan. Hanya aturan tuhanlah yang akan sempurna dan hal itu hanya akan kita temui di alam setelah kematian nanti.
Selain itu kesempurnaan bagi manusia adalah sesuatu yang relatif, pandangan sistem yang ideal menurut saya dan anda pasti berbeda. Bisa saja anda berpandangan bahwa sistem yang ada sekarang adalah sistem yang ideal, sementara saya memandang sebaliknya. Semakin panjang kita berdebat maka akan semakin nampak perbedaan pandangan kita, oleh karena itu menyikapi semua ini termasuk keberadaan tempat basah dan tempat kering adalah tergantung bagaimana kita memandangnya.
Bagi saya pribadi mari kita rubah pandangan kita dari pandangan basah versus kering, menjadi pandangan berkah versus mudharat. Ya!, rubahlah pandangan anda tentang sebuah posisi, jika selama ini anda memandang sebuah posisi dari besar-kecilnya penghasilan maka rubahlah penilaian tersebut dengan melihat besar-kecilnya keberkahan yang akan anda terima.
Mengejar posisi yang basah anda bisa menjadi “kutu loncat’ pindah kesana pindah kesini untuk mengejar penghasilan yang besar, sementara dengan mengejar keberkahan hidup anda tidak perlu pindah-pindah posisi cukup jalankan setiap posisi dengan sebaik-baiknya, maka keberkahan itu akan datang, karena keberkahan ada pada setiap posisi yang kita jalankan. Selama kita menjalankan posisi tersebut dengan sebaik-baiknya maka keberkahan itu akan datang.
Jadi tidak perlulah kita mencari posisi basah dan menghindari posisi kering,bukankah kita siap ditempatkan dimana saja? Jadi bersiaplah ditempatkan dimana saja dan jalankan setiap posisi yang anda terima dengan sebaik-baiknya serta tunggulah keberkahan itu datang, sebaliknya posisi apapun jika tidak anda jalankan dengan sebaik-baiknya maka yang akan anda temui adalah kemudharatan.

Perseta####...! dengan Pangkat dan Jabatan!!



  1. Prolog
Bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar dengan berbagai potensi yang luar biasa, akan tetapi ironisnya potensi yang luar biasa tersebut belum mampu menghantarkan bangsa ini ke depan pintu gerbang kemakmuran. Salah satu yang ditengarai sebagai penyebab hal tersebut adalah perilaku alat negara terutama para pegawai negaranya.
Untuk merubah perilaku manusia yang harus dilakukan terlebih adalah merubah pola pikirnya, karena salah satu faktor pembentuk perilaku adalah pola pikir. Buku ini hadir untuk melakukan hal tersebut, yaitu merubah pola pikir (mindset) pegawai negara, dengan mengerti arti kehidupan, paham tentang kuadran kehidupan, memaknai pilihan hidup sebagai PNS dan bertekad menjadi pegawai Negeri Paripurna, diharapkan PNS dapat merubah perilakunya, sehingga tercipta Pegawai negeri yang berintegritas tinggi, amanah dan memiliki kinerja luar biasa.
  1. Arti Kehidupan
Apakah Arti Kehidupan ?
Kehidupan dunia tidak lebih dari sebuah sarana untuk menghimpun bekal bagi kehidupan sesungguhnya nanti, yaitu kehidupan sesudah kematian yang kekal abadi. Dalam kehidupan setelah kematian manusia hidup sebagai akibat dari kehidupan sebelumnya, semakin baik hidup sebelumnya (dunia) maka semakin makmur hidupnya kelak dan sebaliknya semakin buruk kehidupan dunianya maka akan semakin menderita dia di kehidupan setelah kematiannya.
Apakah bekal untuk kehidupan yang sesungguhnya itu?
Untuk mendapatkan kehidupan akhirat yang bahagia maka kita harus memenuhi bekal kita dengan berbagai macam ibadah. Ibadah sendiri adalah sebuah konsep yang luas, ia tidak hanya berupa ibadah “protokoler” berupa hubungan dengan tuhan semata, melainkan di dalamnya terdapat bentuk ibadah yang berhubungan langsung dengan manusia lainnya, yaitu berupa nilai-nilai kebajikan dan kemanfaatan bagi manusia lainnya.
Jadi beribadahlah sebanyak mungkin, berikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi manusia lainnya maka niscaya kehidupan setelah kematian akan kita songsong dengan penuh kenikmatan dan kebahagiaan.
  1. Kuadran Kehidupan
Robert T Kiyosaki mengemukakan sebuah pendapat tentang kuadran kehidupan yang membagi manusia berdasarkan kekuatan finansialnya. Kuadran kehidupan yang dikemukakan dalam buku ini adalah kuadran yang membagi manusia berdasarkan amal ibadahnya.   
Pada dasarnya seluruh manusia memiliki sumber daya yang sama yang secara adil telah diberikan tuhan. Sumber daya itu berupa kekayaan, kekuasaan dan penghormatan. Pilihannya ada pada manusia apakah akan memanfaatkannya untuk kebajikan atau sebaliknya akan menggunakannya untuk menghamba pada kemungkaran. Berdadasarkan cara manusia memanfaatkan sumber dayanya maka akan tercipta empat kuadran kehidupan yaitu kuadran pertama Sukses Dunia Sengsara akhirat, Kuadran Kedua Sengsara Dunia dan Akhirat, Kuadran Ketiga Sabar Dunia Sukses Akhirat dan terakhir Kuadran Keempat, Sukses Dunia Bahagia Akhirat.

  1. PNS Sebagai Pilihan Hidup
kehidupan di dunia ini penuh dengan pilihan termasuk di dalamnya peran dan pekerjaan, Pegawai negara sesungguhnya adalah sebuah pilihan hidup yang memiliki konsekuensi tersendiri. Konsekuensi tersebut berupa perikahidupan yang telah diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Posisi Pegawai negeri sendiri adalah sebuah posisi mulia dengan tujuan yang amat mulia yaitu membantu negara mensejahterakan rakyatnya. Posisi itu jika dilaksanakan dengan sebaik-baiknya niscaya akan menempatkan seorang manusia pada posisi terhormat dihadapan tuhan dan manusia.
Kebanyakan pegawai negeri tidak menyadari hal tersebut, pola pikirnya sering kali tertutup dengan nafsu duniawi yang mendewakan “aku dan diriku”, sehingga kepentingan pribadi sering kali mendominasi pelaksanaan tugasnya dari pada kepentingan organisasi dan negaranya. Hal tersebut dapat dilihat dari praktek-praktek penyelahgunaan kewenangan oleh para pegawai negeri yang dewasa ini semakin meningkat.
Untuk memperbaikinya kita tidak bisa hanya tergantung pada aturan semata, harus ada sebuah kesadaran masif dari para pegawai negeri untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuannya, selain itu yang sangat dibutuhkan saat ini juga adalah pegawai negeri dengan karakter positif yang kuat sehingga meskipun kondisi lingkungan sedemikian “carut marut” nya dia tetap memiliki integritas dan tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan dan rakyatnya.
  1. Menjadi PNS Paripurna 
Tujuan hidup seorang manusia sesungguhnya bukanlah harta, pangkat ataupun penghormatan. Tujuan hidup manusia yang sesungguhnya adalah kebahagiaan hidup dunia dan akhirat, hal itu akan didapat manakala manusia memiliki kehidupan yang berkah, kematian yang mulia dan setelah kematian tuhan menempatkannya di surganya Tuhan, maka dari itu alangkah bahagianya jika seorang manusia dapat hidup penuh berkah, mati dalam kemuliaan dan masuk surga.
Manusia seperti ini saya sebut dengan “Manusia Paripurna”, begitupun dengan seorang pegawai negeri, menjadi “PNS Paripurna” adalah tujuan hidup seungguhnya. Untuk mencapai hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah butuh kerja keras dan pengorbanan. 
Meskipun sulit bukan berarti tidak bisa, bagi seorang pegawai negeri untuk menemukan keberkahan hidup, kematian mulia dan menjadi penduduk surga relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan lain. Seorang pegawai negeri tidak perlu bekerja lebih berat cukup bekerja satu kali lipat saja maka dia akan menemukan keparipurnaan hidup. Hal ini karena kedudukan strategis pegawai negeri sebagai pembantu negara mensejahterakan rakyatnya.
Logikanya adalah karena membantu negara mensejahterakan rakyat adalah sebuah kebajikan yang merupakan amal ibadah yang sangat besar. Dengan mensejahterakan rakyat maka kita telah memberikan manfaat bagi orang lain, dan itu merupakan amal ibadah yang jika dilakukan dengan baik maka selain keuntungan finansial berupa gaji, ada keuntungan lain yang akan anda dapat yaitu anda telah berinvestasi untuk kematian dan kehidupan setelah kematian anda.
Untuk dapat  menjadi seorang PNS Paripurna yang harus anda lakukan adalah Tidak perlu bekerja berkali lipat cukup satu kali lipat saja, Berprinsiplah:  jangan sampai kesalahan ada pada anda! Tingkatkan Kemampuan Anda! Pangkat dan Jabatan, go to the hell ! Menulislah,  Beorientasi pada proses dan hasil sekaligus, dan Jadilah seorang PNS yang Kaya Raya dan diberkahi Tuhan.

SEBUAH BUKU TENTANG PEGAWAI NEGERI

..

terpopuler

PNS

ABDI NEGARA

ABDI MASYARAKAT